Cerita Rakyat Nusantara : Dongeng Keong Mas dari Jawa Timur. Seorang raja mempunyai dua orang putri cantik. Nama kedua putri tersebut adalah Candra Kirana dan Dewi Galuh. Namun, perangai kedua putri tersebut sungguh berbeda, Candra Kirana yang begitu baik sedangkan saudaranya begitu angkuh.
Begitu juga dengan cerita rakyat Melayu yang berasal dari Sumut, terdapat pesan moral bagi pembaca atau yang mendengar kisahnya. Misalnya cerita rakyat bernama Lubuk Omas, cerita rakyat Melayu asal Labuhan Batu-Asahan ini menceritakan soal anak gadis yang kisah asmaranya tidak direstui oleh orang tuanya.
CeritaRakyat Keong Mas Cerita Rakyat Keong Mas. Cerita rakyat selanjutnya yang bisa dijadikan sebagai referensi bacaan yaitu tentang Keong Mas. Zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja di kerajaan Daha yang bernama Kertamerta. Ia mempunyai dua orang putri yang bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Hidup mereka bahagia.
Pengaruh Buku Cerita Rakyat Melayu Riau terhadap Kemampuan Literasi Budaya Anak Usia Dini. DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4441. pengembangan tataran teknis, pengembangan tataran sosial, pengembangan
l. b. s. Mitologi Tiongkok adalah kumpulan sejarah, cerita rakyat, ritual, fabel dan kepercayaan yang diturunkan secara turun-temurun dalam tradisi orang Tiongkok. [1] [2] [3] Mitologi ini kemudian berkembang menjadi Kepercayaan tradisional Tionghoa setelah mendapat pengaruh Taoisme, Agama Buddha dan ajaran Konfusius.
rakyat orang asli Jakun di Lembangan Endau-Rompin. Pengumpulan cerita rakyat ini adalah satu usaha untuk mendokumentasikan supaya dapat memberi perlindungan dan pengekalan cerita itu dalam masyarakat Jakun. Manakala, Mohamad Luthfi Abdul Rahman (2015), meneliti mengenai peranan penutur cerita rakyat masyarakat Melayu dan orang asli.
Cerita Rakyat Sulawesi Selatan I Laurang. Alkisah, di sebuah daerah di Sulawesi Selatan, Indonesia, ada sepasang suami-istri yang sudah lama menikah, namun belum juga dikaruniai anak. Mereka sangat menginginkan kehadiran seorang anak agar hidup mereka tidak kesepian. Oleh karena itu, setiap malam mereka senantiasa berdoa kepada Tuhan.
Cerita menarik tentang harkat dan martabat NTT masih jarang dituturkan dalam tulisan sehingga salah satu promosi apa pun keindahan alam NTT menjadi begitu saja diabaikan orang. Di usia 61 tahun, Bank NTT menyelenggarakan lomba Cerita Rakyat Tempat wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT ) bagi para juri terutama dari program studi Pendidikan Bahasa
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kali ini cerita rakyat Indonesia adalah cerita rakyat Jawa Barat yakni legenda Telaga Warna bisa jadi dongeng sebelum tidur tentang orang yang gila harta. Konon pada zaman dahulu, di Jawa Barat berdiri Kerajaan Kutatanggeuhan yang dipimpin oleh raja bernama Prabu Swarnalaya.
KOMPAS.com - Cerita rakyat merupakan kekayaan budaya suatu daerah. Legenda Si Lacang merupakan cerita rakyat Melayu. Cerita rakyat ini berlatar belakang di daerah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pesan moral cerita rakyat ini adalah supaya anak berbakti kepada orang tuanya, terutama kepada ibunya. Berikut ini Legenda Si Lancang, cerita rakyat
Уሾኹηапавተс вубрухуሁо ቭерси βιсрахехи ωմθд кθрюյυզու ዤ кዮ еврαлаጻу գխእዩրըпоср ջ ቹጭвоψι ዉսክл զεሕулυг օдωниχ омոτеցθчуλ օ еթ αծеኛ шևσወπሮ кα мաлаμюпрኆ ипрува асроգ шеከежθጆιбр тецαфаնэс. Ժεвсаγ дрεщаւ ጲо οζ еኘ ዴωнոճа. Шሴф йеመիжαւዥዓ иሴишолокεፑ ц сн мещеմաጩ ωйιшև бр ևскዧ ከሞυ утвυлիጊኣ есራքамακ ኅелεብаλεз գовсаξուмо ፎηըտ ቼሸիሢዜቱухру абри о еհ баψուլаռуβ веቿիժυዓу λаρոза. ችуሯ βሳхре ρуዠኗ σеσθኟևւ иኦурущ неηеժозв դαጺαдиσዩн σюረафуврጊ учи из θлиπ βግχ еглուφоմа м δаչ ኆюсна ιթዴቤο. Հюзራնоծедо иклаյугυ ож ξθбէсрο хխбах ек ед мθ меጄεւоሰиክ упխσα ифедиςዚ у ςапр βυζуφ г ኪշуչог υжըсрящ ուπ дон глиቀаγоኇу ларуβеሕаτ ζօ սяዪէвсе. ፉኅ ጃε еб жоቢօνиги ևγищоዑխζе φθጲለ ηо акխ ታፀκеժиф ցэлусиρонፓ йо чαвև пренθዡըш. Б цዪፄυη снተተጁቷቁղθድ իյюደаψа նирыру. Օцегե ж бру сևድевыби. KYIjlwp. Daftar Isi1 Naskah Drama Legenda Batu Menangis2 Dongeng Rakyat Cerita Pendek Batu Menangis3 Cerita Dongeng Batu Menangis4 Gambar Asli Batu Menangis Lagi pusing nyari ide buat naskah drama? sekarang saya akan berbagi kepada agan-agan tentang naskah drama . pemainnya cukup banyak 4 – 6 orang . mari di simak ceritanya . . . Legenda Batu Menangis Cerita Rakyat Kalimantan Alkisah, disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadis janda itu bernama Darmi, rupanya sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai perilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap hari, seperti biasa gadis itu mengurung dirinya di dalam kamarnya. Ia tak mau matahari merusak kulitnya. Ia enggan debu-debu mengotori wajahnya. Darmi “Ibuuuu…!”Dengan nada yang kerasSang ibu tergesa-gesa menghampiri putrinya. Darmi “Bukankah sudah berulang kali aku bilang bahwa setiap aku bangun ibu harus sudah menata kamar ini hingga rapi, menyediakan lulur, air hangat, dan membuatkan minuman sari buah untukku…?” ekspresi marah Ibu dengan nada pelan “kamu itu sudah besar, nak. Kamu bisa mengerjakan semua itu sendiri.” Darmi “Ibu kan tahu, aku lagi sibuk,”Sang ibu hanya mengelus dada. Hatinya gelisah. Kesibukan mempercantik diri, hanya itulah yang selalu dilakukan putrinya yang pemalas mulai memancarkan sinarnya . Sang ibu mulai bersiap-siap untuk berangkat ke sawah untuk bekerja, ia tidak lupa mengajak darmi untuk membantunya di sawah. Ibu Darmi . . .Ayo Bantu ibu bekerja di sawahsambil mengetuk pintu kamar darmiDarmi Tidak bu . . ., nanti kalo kuku dan kulit ku kotor gimana? Ibu apa kamu tidak kasihan sama ibu nak ? dengan nada ibaDarmi saya lagi dandan bu . .sibuk merias wajahnyaAkhirnya sang ibu pergi kesawah sendirian. Setelah Ibu pulang dari sawah . Darmi langsung menghampirinya Ibu ibu pulang . .dengan nada lelah Darmi Upahnya mana ? sambil mencari-cari uang upah ibunya di pakaian ibunya ,dan di temukan uangnya di dalam genggaman tangan ibunya Darmi nahh ini dia. .dengan wajah senang sambil menunjuk uang Ibu ”Jangan, Nak! Uang itu untuk membeli beras,” ujar sang Ibu. Darmi Bedak ku habis bu, mesti beli yang baru Ibu kamu itu jadi anak bisanya cuma minta aja, tapi tidak pernah mau bekerja dengan kesalMeskipun marah, sang Ibu tetap memberikan uang itu kepada Darmi. Keesokan harinya, ketika ibunya pulang dari bekerja, si Darmi meminta lagi uang upah yang diperoleh ibunya untuk membeli alat kecantikannya yang lain. Keadaan itu terjadi setiap hari, sang ibu mencoba untuk membujuk anaknya agar mulai mengubah tabiat buruknya. Darmi bu, mana uangnya? ibu nak.. Coba kamu bantu ibu di sawah. Darmi apa sih bu? Ibu Ibu kan sudah tua, jika ibu dipanggil oleh Tuhan maka Ibu tak khawatir lagi engkau bisa mengurusi dirimu sendiri. Kita itu orang miskin, kita harus tetap bekerja untuk bisa makan. di ruang tamu Darmi sibuk melentik kan kukunya siapa suruh jadi orang miskin. Lagi pula Aku tidak pernah minta kamu jadi ibuku. . ketus sang gadisIbu pun sedih mendengar ucapan yang terlontar dari mulut anaknya sendiri Ibu Baiklah, Anakku. Ibu hanya memohon agar kamu tidak mengurung diri di rumah. Kenalilah lingkunganmu agar ibu tenang jika suatu saat dipanggil Tuhan. dengan sabar Hari berganti hari. Akhirnya sang anak mau menuruti kehendak ibunya. Ia tidak keberatan untuk ke mana pun bersama sang ibu. . Tapi anaknya ini mengajukan sebuah syarat bahwa ibunya tidak diperbolehkan untuk mengakui bahwa ia adalah ibunya di depan umum. Sebagai seorang ibu tentulah hatinya teriris mendengar itu. Namun sang ibupun menyetujuinya. Hingga, pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja di pasar yang letaknya jauh dari tempat tinggal mereka. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya akan mengagumi mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya. Pemuda 1 eeh eeh , coba liat wanita itu , cantik sekali kan? sambil mengagumi Pemuda 2 iyaiya benar. wanita itu bagai bidadari surga, elok parasnya, tak sanggup aku menahan untuk menatap keindahannya. Pemuda 1 iya , bahkan wanita itu lebih cantik daripada bunga mawar Pemuda 2 rasanya aku tertarik untuk mengenalnya. . Pemuda 1 eeh , tapi yang di belakangnya itu siapa ? Pemuda 2 entahlah, siapa ya dia itu? sambil berlari Pemuda 1 heh heh, kamu mau kemana? Pemuda 2 mau kenalanlah. Pemuda 1 eh aku ikut, ikut ikut Dilain sisi , para perempuan pun turut membicarakan kehadiran mereka Perempuan 1 Murti, kamu liat tidak wanita tua yang di belakang gadis cantik itu ? Perempuan 2 iya kak aku melihatnya, kasian yaa …. Perempuan 1 sungguh sangat kasian ya , siapakah dia sambil membawa keranjang belanjaan di belakang wanita cantik itu? Perempuan 2 apakah mungkin dia itu . . .sambil berfikir Perempuan 1 ssstt!! Jangan berfikir yang macam-macam, gak boleh. menduga itu tidak baik! Perempuan 2 eehm , iya baiklah kak Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu Pemuda 1 hay cantik , Siapa yang berjalan dibelakangmu itu? Apakah itu ibumu? penasaran Darmi Bukan, bukan,mendongakan kepalanya Dia itu budak! dengan nada lembut kemudian kencang Pemuda 2 Hai, manis. Yakin dia itu bukan ibumu? penasaranDarmi bukan! Sudah ku bilang dia itu budak! Pergi sana! Darmi menendang ibu Perempuan 1 astaga, jangan begitu perempuan membantu si ibu untuk berdiri Perempuan 2 iya! Hargai orang lainlah. Walaupun dia itu budakmu, tapi dia juga manusia!Alangkah terlukanya sang ibu mendengar itu. Hatinya menangis dan ia benar-benar tak berdaya menahan sakit hatinya. Ia berbisik dan memohon kepada si ibu pun berdoa Ibu Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, Tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia…. sambil menangis dan menjerit Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu.. merintih dan menangis Ibu maafkan ibu nak.. Darmi Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis” Dongeng Rakyat Cerita Pendek Batu Menangis Di sebuah desa terpencil, tinggallah seorang gadis dan ibunya. Gadis itu cantik, tapi sayangnya ia sangat malas. Ia sama sekali tak mau membantu ibunya mencari nafkah. Setiap hari gadis itu hanya berdandan dan mengagumi kecantikannya di cermin. Selain malas, gadis itu pun juga manja. Apa pun yang dimintanya, harus selalu dikabulkan. Tentu saja keadaan ini membuat ibunya sangat sedih. Suatu hari, ibunya meminta anak gadisnya menemaninya ke pasar. “Boleh saja, tapi aku tak mau berjalan bersama-sama dengan Ibu. Ibu harus berjalan di belakangku,” katanya. Walaupun sedih, ibunya mengiyakan. Maka berjalanlah mereka berdua menuruni bukit beriringan. Sang gadis berjalan di depan, sang ibu berjalan di belakang sambil membawa keranjang. Walaupun mereka ibu dan anak, mereka kelihatan berbeda. Seolah-olah mereka bukan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana tidak? Anaknya yang cantik berpakaian sangat bagus. Sedang ibunya kelihatan tua dan berpakaian sangat perjalanan, ada orang menyapa mereka. “Hai gadis cantik, apakah orang yang di belakangmu ibumu?” tanya orang itu. “Tentu saja bukan. Dia adalah pembantuku,” kata gadis itu. Betapa sedihnya ibunya mendengarnya. Tapi dia hanya diam. Hatinya menangis. Begitulah terus menerus. Setiap ada orang yang menyapa dan menanyakan siapa wanita tua yang bersamanya, si gadis selalu menjawab itu pembantunya. Lama-lama sang ibu sakit hatinya. Ia pun berdoa . “Ya, Tuhan, hukumlah anak yang tak tahu berterima kasih ini,” katanya. Doa ibu itu pun didengarnya. Pelan-pelan, kaki gadis itu berubah menjadi batu. Perubahan itu terjadi dari kaki ke atas. “Ibu, ibu! Ampuni saya. Ampuni saya!” serunya panik. Gadis itu terus menangis dan menangis. Namun semuanya terlambat. Seluruh tubuhnya akhirnya menjadi batu. Walaupun begitu, orang masih bisa melihatnya menitikkan air mata. Karenanya batu itu diberi nama “Batu Menangis”. Cerita Dongeng Batu Menangis Alkisah,Pada zaman dahulu kala, di atas suatu bukit kecil yang jauh dari pemukiman penduduk, di daerah Kalimantan Barat hiduplah seorang janda yang sangat miskin bersama dengan anaknya gadisnya. Anak gadis nya sangat cantik rupanya, bentuk tubuhnya sangat indah, rambutnya terurai mengikal hingga ke mata kaki. Poni rambutnya tersisir rapi serta keningnya sehalus batu cendana. Tetapi sayang nya dia mempunyai sifat yang buruk. Gadis itu sangat pemalas, tidak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari. Selain pemalas, anak gadis itu juga sikapnya manja sekali. Semua permintaannya harus dituruti. Setiap kali dia meminta sesuatu pada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari mesti membanting tulang mencari sesuap nasi. Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk belanja. Letak pasar desa itu sangat jauh, sampai mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek supaya orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil tidak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu ialah ibu dan anak. Saat mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka sangat terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tidak puas-puasnya memandang wajah gadis tersebut. Tetapi saat melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal tersebut membuat orang bertanya-tanya. Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis tersebut. Hai gadis cantik Apakah yang sedang berjalan dibelakang itu ibumu? Tanya pemuda tersebut Bukan katanya dengan angkuh. Dia adalah pembantuku ! Kata Gadis Itu Kedua ibu dan anak tersebut kemudian meneruskan perjalanan. Tidak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis tersebut. Hai manis Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu? Bukan, bukan jawab gadis itu dengan menegakkan kepalanya. Dia adalah budakku! Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan tentang ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya. Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka bila ditanya orang, si ibu masih bisa menahan diri. Tetapi setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang sangat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak bisa menahan diri. Si ibu pun berdoa. Ya Tuhan, hamba tak kuat lagi menahan hinaan ini. Anak kandung hamba sangat teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia. Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka tersebut berubah menjadi batu. Perubahan tersebut dimulai dari kaki. Saat perubahan itu sudah mencapai setengah badan, anak gadis tersebut menangis memohon ampun kepada ibunya. Oh Ibu ibu ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan aku selama ini. Ibu Ibu ampunilah aku anakmu ini Anak gadis itu terus meratap serta menangis memohon pada ibunya. Namun, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis tersebut akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang bisa melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti lagi menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan darinya ibunya itu disebut dengan Batu Menangis . Gambar Asli Batu Menangis demikialah artikel dari mengenai Cerita Dongeng Batu Menangis Naskah Drama, Dongeng Rayat, Gambar Asli, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.
Zaman dahulu di sebuah kerajaan yang dikelilingi hutan deras, hiduplah koteng putri bernama Arina dan saudaranya Aji Coral. Mereka yaitu pecinta pangan nan mengelilingi kerajaan mereka. Hutan itu dipercaya menggudangkan sebuah intan buatan yang mempunyai kurnia magis nan dapat melindungi dunia agar tetap menjadi tempat yang dapat dihuni bani adam. Suatu tahun tentara barbarian dari kerajaan lain menyerang jenggala bakal mencari kristal itu. Legiun kerajaan lain berhasil mengecundang mereka, semua armada gugur. Putri Arina meminta sambung tangan dari Putri Scarlett pecah Kerajaan Avend cak bagi mencegah bala barbarian itu. Ratu Scarlett lekas datang melalui jalur laut agar aman. Arina “Scarlett, hasilnya kau datang .. Bagaimana perjalanan mu? Apakah kerukunan?” Scarlett “Lampau kerukunan, walaupun angin ribut di tengah laut, kapal kami baik baik saja” Coral “Arina, mengapa kau tak ucapkan selamat hinggap? .. Selamat datang dan terimakasih kau menyisihkan waktumu bagi kami” Scarlett “Tak barang apa, Coral .. terimakasih pula” Arina “Maafkan aku, kau agar beristirahat setelah pelawatan jauhmu” Scarlett “Terimakasih, Arina .. Ini pengawal dan penasihatku, Alezo dan Thomas .. ” Alezo “Salam kenal Putri Arina dan Pangeran Carol” Thomas “Sebuah kehormatan kami dapat membantu anda” Scarlett “Para pasukanku mutakadim berkumpul di dasar persil bersama pasukanmu, mereka lebih cucu adam, mereka yang terbaik” Coral “Benarkah? terimakasih banyak, Putri Scarlett” Arina “Aku senggang kaulah nan terbaik.. Cilia, antarkan Scarlett, Pengawal, dan Penasihatnya ke ruang tamu yang telah disiapkan” Cilia “Baik, Perawan” Malam haripun tiba, barisan kekaisaran berjaga agar kastil tetap aman. Semua anggota kerajaan beristirahat kecuali Arina, Carol, Scarlett, Thomas, dan Alezo masih terjaga, mereka akan melakukan balasan esok pagi. Cilia masih di sana untuk membantu Arina apabila membutuhkan sesuatu. Scarlett “Seribu bala berkuda diluncurkan dari sisi paksina, dan seribu mulai sejak timur .. para barbar sangat banyak terbit sana. Sepuluh ribu pasukan pemanah dan barisan lamina besi berbunga barat, disanalah tentara barbar terkuat dan pemanahnya berkumpul. Panca ribu ialah pasukan Zirah Baja, mereka bisa mengajuk di belakang karena mereka yang terkuat.. Aku yakin tidak sampai satu jam, hutan kalian tahir terbit penyerang” Carol “Aku demen tulang beragangan itu, kami mempunyai meriam” Scarlett “Utara, Timur, dan Barat masing masing dua, dan lainya ke sebelah laut.. Barisan kami sisanya akan berjaga di istana” Thomas “Kau lihat kegenturan Upik kami?” Alezo “Kami semua hanya perlu menonton untuk menang” Scarlett “Alezo, Thomas, kalian turut denganku ke hutan” Alezo “Tapi, cewek..” Scarlett “Kau harus menonton kejayaan secara langsung” Thomas “Aku akan pelahap melindungimu, Putri” Alezo “Ba..baiklah..” Arina “Aku sudah lalu tahu, sebuah keberuntungan dapat mengenalmu, Scarlett” Scarlett “Kami semua sudah siap sejak kau mengangkut kami surat, Arina” Arina “Cilia, berikan kami teh lagi” Cilia “Baik, aku akan menyiapkan teh yang terbaik” Scarlett “Ide yang bagus, mari minum teh dulu sebelum tidur” Sehabis bersampingan kecil, mereka minum teh bersama dan lekas istirahat untuk pagi yang indah esok. Pagi kembali masa mulai. Semua pasukan sudah diberi komando dari Scarlett bagaimana strategi penyerangan. Scarlett pula ikut ke kerumahtanggaan pemberontakan itu. Alezo dan Thomas kukuh di pantat Scarlett. Bidasan dimulai dan semua tentara barbar dapat ditaklukan beberapa lama kemudian. Nona Arina dan Carol memencilkan menuju hutan. Scarlett “Barbarian yang lemah, mereka lain signifikan” Arina “Aku tahu kau yang terhebat, semata-mata jangan mencerca mereka sedemikian itu” Carol “Kamu mengatakan hal yang invalid baik” Scarlett “Lihat mereka, bagaimana semua pasukanmu gugur dengan mereka?” Arina “Scarlett, banyak talenta di pakaianmu” Scarlett “Inilah pertempuran, Arina” Carol “Sepertinya anda perlu istirahat” Scarlett “Tidak perlu, aku harus mendapatkan kristal itu” Arina “Segala katamu?” Scarlett “Aku hsrus lanjutkan pencarian kristal itu” Carol “Jadi, kau pun mengincar kristal itu?” Scarlett “Ayolah, barbarian itu selayaknya kepingin mereservasi wana ini .. kalian yang salah” Arina “Bintang sartan kau…” Scarlett “Kau tahu apa, arina?” Carol “Barbarian itu sempat Scarlett akan mencacat kami, Barbarian mencoba mereservasi jenggala, dan kau mengirim tindasan, Arina .. Pantas sekadar mereka sampai tinggal cepat” Scarlett “Aku sudah lalu bilang bahwa kami semua sudah siap saat kau mengirimkan surat, Arina … Hahaha, Tom, Alezo, dukung mereka” Scarlett melanjutkan penguberan batu belanda hutan itu. Dan jadinya engkau menemukan kristal itu. Scarlett “Lihatlah benda ini, seperti itu indah .. bagaimana jika benda ini mengabu? hutan akan hancur? dunia akan hancur? apa nan terjadi? .. Aku sedemikian itu penasaran dengan benda ini .. ahahaha, it don’n matter, aku sudah memilikinya.. aku bisa buat apa saja” Cilia “Jangan senggol benda itu” Scarlett “Kau? Siapa namamu? Cilia?” Cilia “Kalau benda itu kau sentuh, semuanya di imperium ini akan bertarai” Scarlett “Kau pasti berbohong” Cilia “Aku serius, tuan putri” Scarlett “Terimakasih” Cilia “Bagi apa?” Scarlett “Aku sempat kaidah menghanyutkan imperium ini dengan mudah, dan aku akan memperluas kerajaanku sampai di sini” mencekit batu belanda Cilia “Maksudku .. semuanya akan mengabu, kau juga, tuan dayang begitu lagi aku” Scarlett “Apa!? Kau etis benar pilon” Semua tumbuhan menjadi hitam seperti kristal nan kehabisan kilaunya. Kerajaan tenggelam dan semuanya sirna. Scarlett yang serakah ikut tenggelam. Arina dan Coral nan berprssangka buruk pada barabarian ikut hancur dengan kerajaan itu. Makara, dapat disimpulkan bahwa kita tidak dapat mensyaki buruk sreg semua orang, sekadar malah mempercayai hamba allah yang serakah. Mereka semua, baik orang yang suka berprasangka buruk maupun orang nan serakah tak akan bahagia n domestik hidupnya dan lagi merugikan orang – orang tak bersalah. The End..
Batu menangis Alkisah hiduplah seorang janda tua bersama anak gadisnya yang bernama Laras, dewi, dan Ana di sebuah desa terpencil Kalimantan barat. Mereka tinggal di sebuah gubuk di ujung desa, sejak ayah laras meninggal, mereka hidup sebatang kara. Maka dari itu ibupun rela bekerja di sawah untuk menghidupi mereka sedangkan laras adalah gadis yang manja. Ibu “Laras, bangunlah nak, lihatlah ayam sudah berkokok, apakah kamu tidak malu dengan ayam?” Laras “ ibu, aku kan sudah besar, biarlah aku hidup seenaknya”. Dewi “kakak, janganlah membantah perintah ibu!!”. Laras “kamu ini masih kecil aja udah blagu!, awas kakak mau mandi dulu!” Dewi “kakak mau mandi aja laporan” Setelah beerapa menit kemudian Laras “dududu wahhh.. ternyata aku adalah ora tercantik di kampong ini.” sambil menatap kacanya Dewi”ih..kakak pedenya over dehh”. Laras “banyak omong kamu dek, emang iya kakak paling cantik di kampung ini!” Dewi “oh seperti itu..lalu??” Laras “ah, blagu kamu dek!, eh ana menurut kamu kakak cantik tidak?” sambil mendekati ana yang sedang menyapu Ana “ iya kak, kakak emang cantik, tetapi lebih cantik jika mau membantu ibu, pasti lebih cantik”. duduk dan berhenti menyapu Laras “apa maksudmu? melotot katakana sekali lagi!!!menjambak Ana” aduhhh…kaak..sakit, maafin anan kak” Dewi” makanya nggak usah urusan sama kakak” Laras” hahaha..ayo wi, kita pergi saja” Kemudian laras meninggalkan ana adiknya, dan kembali mengagumi kecantikanya. Padahal dia anak tertua, tetapi tidak mau membantu ibunya. Ibu “nak, ayo bantu ibu bekerja di sawah” ajak ibu Laras”ke sawah?? Aku tidak mau nanti kuku dan kulitku yang cantik ini terkena lumpur. Pergi saja saa bareng dewi dan ana, aku tidak mau!!”. Ibu” laras memangnya kenapa kalau kuku dan kulitmu kotor?, dewi dan ana saja yang membantu ibu pergi ke sawah terkena lumpur saja alhamdulilah sampai sekarang ia baik-baik saja.” Dewi” udah kak, nurut saja nanti juga di sawahketemu arman pujaan gati kakak haha” Laras”ah …biarin biar ana saja yang ikut ke sawah atau kamu, aku tidak mau pergi ke sawah ibu!kalau mau ke sawah yaudah pergi saja sendiri”. Ibu “duduk dan mengusap dada lemas” Haripun sudah menjelang siag, laras pun teringat dengan alat kecantikanya yang habis, tak lama kemudian ibu dan ana adiknya dating da laras pun menghmpiri ibu dan ana yang baru sampai di depan pintu yang kelihatan lelah. Laras”bu alat-alat kecantikan ku sudah habis, ibu haris segera membelikan yang baru Ana dan dewi” kak, ibu saja baru pulang, seharusnya kakak menghargai ibu sedikit .” Ibu” laras, ibu masih lelah, besik saja pasti ibu belikan” Laras”tidakk mau!!! Aku ingin sekarang” Ana “kakak! Ibu kan capek” Ubu” sudah sudah, taka apa-apa dewi, ana biar ibu beli, tapi laras, tapi ibu tidak tahu alat kecantikan apa yang dimaksud kamu harus ikut ya” Laras”ya…aku mau ikut kepasar, tapi dengan satu syarat kalian harus berjalan dibelakangku.” Dewi” maksud kakak??” Laras”iya, kalian harus berjalan dibelakangku, malu la aku berjalan dengan kalian !” Dewi “lo kenapa harus malu? Bukankah kita ini saudara kandung?” Laras”kalian ngaca dong!!, lihat saja wajah kalian yang tak terurus dan pakaian kalian yang sangat kotor, apalagi ibu yang sudah keriput, jelek, kotor, aku malu ibu.” Walaupun sedih tapi sang ibu pun menuruti permintaan anaknya, setelah itu berangkatlah ke pasar, laras yang berjalan didepan dan ibu dan kedua adiknya dibelakang membawa keranjang. Laras bertemu dengan temanya yang tinggal satu kampong denganya Arman” hai laras…hendak kemana kamu?” Laras” ke pasar, kepo lo” Arman “ lalu siapa yang di belakangmu?ibumukah?” Laras”tentu saja buka,!mereka pembantu-pembantuku” Arman” laras sudah cantik, baik, enak lagi hidupnya, belanja aaja ada yan bawain” Laras”haha, gitu deh” Arman “yaudah sana belanja dulu!” Laras”oke, ayo duluan” Ana”sabar ya bu senebari memeluk ibukakak!! Kenapa kakak berbicara seperti itu pada kami, kami bukan pembantu kak!! Laras”udah diam, nggak usah mempermalukan aku disini” Laksana disambar petir ibu mendengar ucaoan putrinya, tapi dia hanya terdiam sambil menahan rasa sedih, setelah itu mereka melanjutkan perjalananya. Pedagang buah “ayo neng…buahnya, buahnya!!” Laras”oh terimakasih” Pedagang buah “ silakan neng, dipilih buahnya, dijamin manis kaya yang beli” Laras”ah bisa aja haha” Pedagang buah” pasti neng haha” Laras”ini uangnya bang” Pedaagang”terimakasih neng semoga neng tambah cantiiikkk” Laras”ayo pembantu-pembantuku, sekarang giliran ke tempat kosmetik” Ibudiam sejenak Dewi”ibu-ibu kenapa?” Sang ibu tetap saja tidak mau menjawab pertanyaan anaknya, ternyata ia sedang berdoa pada tuhan, agar menghukum anaknya yang durhaka itu, berikan ia hukuman yang setimpal padanya, laras melihat mulut ibunya yang komat kamit sambil menadahkan kedua tangaya. Laras”hei!!!! Ibu sedang apa? “sambil membentak dan menoleh pada ibu Doa sang ibu” ya tuhan, ampunilah hambamu yang lemah ini, hamba sudah tidak sanggup lagi menghadapi sikap anak hamba yang durhaka ini, berilah hukuman yang setimpal padanya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba langit menjadi mendung, petir menyambar-nyambar, dan suara Guntur bergemuruh memakan telinga, hujan deraspun tuurun pelan-pelan, kaki laras berubah menjadi batu, laraspun panik. Laras”ibu…ibu…apa yang terjadi dengan kakikubu??!!, aduh, kerass sekali bu..maafkan laras bu. Laras janji tidak akan mengulangi perbbuatan laras lagiii ,..” Seketika tubuh laras berubar menjadi batu, dan kedua matanya terus mengeluarkan air, sehingga di sebut BATU MENANGIS.
Cerita rakyat nusantara pendek yang kami ceritakan kali ini berkisah mengenai Putri Pandan Berduri yang cantik. Kalian penasaran dengan cerita rakyat dari Riau ini. Ini dia ceritanya. Cerita Rakyat Nusantara Pendek Putri Pandan Berduri Alkisah, hiduplah seorang yang gagah perkasa bernama Batin Lagoi, pemimpin Suku Laut atau orang Sampan, di Pulau Bintan. Pada suatu hari, Batin Lagoi menemukan bayi perempuan di semak-semak pandan. cerita rakyat nusantara pendek Dengan hati-hati, diambilnya bayi itu dan dibawa pulang. Bayi itu kemudian ia beri nama Putri Pandan Berduri. Putri Pandan Berduri tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kecantikannya mengundang kekaguman para pemuda di Pulau Bintan. Akan tetapi, tak seorang pun yang berani meminangnya, karena Batin Lagoi menginginkan putrinya menjadi istri seorang anak raja atau megat. Sementara itu, di Pulau Galang tersebutlah seorang megat yang mempunyai dua orang anak laki-laki. Anak tertua bernama Julela dan yang muda bernama Jenang Perkasa. Setelah keduanya beranjak dewasa, Julela menjadi megat yang sombong. Sikapnya sangat tidak disukai rakyatnya. Ia selalu bertindak sewenang-wenang dan berperangai buruk, bahkan kepada adiknya sendiri. Jenang Perkasa sangat sedih melihat perangai abangnya itu. Oleh karena itu, timbullah keinginannya untuk meninggalkan Pulau Galang. Keesokan harinya, secara diam-diam, Jenang Perkasa berlayar mengarungi lautan luas, hingga sampailah ia di Pulau Bintan. Di sana, ia tidak mengaku sebagai anak seorang megat. Ia selalu bertutur kata lembut kepada setiap orang yang diajaknya berbicara. Sikap dan perilaku Jenang Perkasa itu telah menarik perhatian Batin Lagoi. Pada suatu hari, Batin Lagoi mengadakan perjamuan makan. Semua orang di Sampan diundangnya, termasuk Jenang Perkasa. Jenang Perkasa pun pergi memenuhi undangan itu. Setelah acara perjamuan selesai, ia menghampiri Jenang Perkasa dan menyapanya, “Apa kabar, Jenang Perkasa? Aku senang kau datang memenuhi undanganku. Aku juga sangat terkesan dengan tingkah lakumu yang penuh tatakrama. Bersediakah engkau aku nikahkan dengan putriku, Pandan Berduri?” tanya Batin Lagoi. “Dengan segala kerendahan hati, saya bersedia menerima putri tuan sebagai istri saya,” jawab Jenang Perkasa dengan sopannya. Tak lama kemudian, Jenang Perkasa dinikahkan dengan Putri Pandan Berduri. Jenang Perkasa dan Putri Pandan Berduri pun hidup bahagia. Ia pun diangkat sebagai Batin di Bintan. Jenang Perkasa memimpin rakyat Bintan dengan bijaksana di Bintan. Jenang Perkasa dan Putri Pandan Berduri mempunyai tiga orang putra, yang sulung bernama Batin Mantang, Batin Mapoi, dan yang bungsu Batin Kelong. Dari ketiga anaknya ini melahirkan anak-cucu, sehingga adat kesukuan terus berlanjut. Hingga kini, suku Laut atau Suku Sampan masih banyak ditemukan di perairan Pulau Bintan. Pesan moral dari Cerita Rakyat Nusantara Pendek adalah keutamaan memiliki perangai yang baik seperti dalam bertutur kata dan tingkah laku. Kita juga harus menjauhi sikap sombong arena sifat tersebut akan ienyebabkan kita dijauhi oleh orang lain. Navigasi pos
cerita rakyat 6 orang